Kementerian Pertanian Ajakin KADIN Bersinergi




Kementerian Pertanian menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( Kadin) terkait Stabilisasi Ketersediaan Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian. Penandatanganan yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani tersebut dilaksanakan di The Anvaya Beach and Resort Bali, Kamis (6/9/2018).   Amran Sulaiman mengatakan ruang lingkup nota kesepahaman ini di antaranya stabilisasi ketersediaan pasokan pangan, akselerasi peningkatan ekspor pertanian dan pangan melalui pelibatan dan pemberdayaan, memperkuat sinergitas bisnis antar petani produsen, pertukaran data dan/atau informasi komoditas pertanian, serta kegiatan dan koordinasi lainnya. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu mendorong kerja sama yang erat dengan pelibatan dan pemberdayaan BUMD/Perusda, BUMN, perusahaan swasta, serta petani produsen.

Amran mengatakan penyumbang inflasi tertinggi saat ini adalah komoditi pangan yang berasal dari sektor pertanian. Sehingga, komoditi pertanian harus dijaga dari segi pasokan dan harga untuk menjaga inflasi dalam negeri. Menurutnya, selama ini inflasi terendah justru ada pada pemerintahan Jokowi yakni sebesar 3,6%. Sementara, jika perjanjian antara Mentan dengan Kadin pada sektor pertanian dilakukan, maka akan mampu menekan inflasi pada kisaran 3%-3,2% hingga akhir tahun ini. Mentan berharap Kadin Daerah mulai memaksimalkan produksi dan menjaga harga pangan. Dia pun mengharapkan anggota Kadin untuk tidak memaksimalkan untung tetapi mampu menjual komoditi dengan harga yang mampu diterima masyarakat. Selain itu, perjanjian ini, akan memastikan adanya pemutusan mata rantai panjang dalam distribusi komoditi pertanian yang selama ini mempengaruhi harga.

Sementara, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengaharapkan perjanjian ini akan segera berjalan sebab akan memberikan dampak luas ke masyarakat.

Jika nantinya, investasi anggota Kadin dipermudah, maka secara tidak langsung akan mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan, serta mendorong ekspor hingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang smeakin meningkat.

Menurutnya, investasi di sektor pertanian juga sangat penting. Sebab, pertanian adalah sektor terbesar menyerap tenaga kerja Indonesia. Kata dia, dari 130 juta tenaga kerja, 30%-31% ada di sektor pertanian.

“Tidak ada sektor yang tinggi penyerapan tenaga kerjanya selain pertanian, ini ujung tombak kita, menciptakan lapangan pekerjaan, SDM handal,” katanya. 

Dirut BULOG Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas menyatakan apresiasi atas upaya Menteri Amran dalam melakukan langkah terobosan untuk menggandeng  KADIN dalam meningkatkan upaya investasi dan tentunya dampak dari nota kesepahaman ini adalah stabilitas pangan, BULOG siap mendukung dan berperan membantu untuk memperlancar implementasi nota kesepahaman ini di lapangan. kami siap bantu dan kawal, pungkas Buwas.

Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi titik tolak sinergi antar KADIN dan KEMENTAN bersama BULOG sebagai langkah nyata untuk meningkatkan dan mengembangkan iklim investasi di sektor pangan, dan benar benar bisa dirasakan oleh pengusaha sampai di tingkat bawah. petani senang, pengusaha untung dan konsumenpun tersenyum, itu jargon yang harus selalu di tanamkan pada nota kesepahaman ini. cek and ricek juga diperlukan untuk mengantisipasi upaya penyimpangan dari nota kesepahaman, Kementan - Kadin membentuk Tim bersama untuk memantau sisi teknis pelaksanaan kesepahaman ini. 

sebagai upaya percepatan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha," ujar Amran.  Untuk mendorong iklim investasi, Kementan juga telah meluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Padu Satu Kementan yang berlokasi di lantai dasar Gedung B Kantor Pusat Kementan. Ia menjelaskan, pelaku usaha cukup melakukan satu kali aplikasi, lalu  mereka bisa melakukan beragam proses yang melibatkan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Menteri Amran mengharapkan semua pihak mulai dari KADIN Pusat sampai daerah, BULOG, TNI bergandengan tangan untuk mengimplementasikan nota kesepahaman yang telah disepakati. kembali Menteri Amran menegaskan dan Instruksi langsung khusus ke jajaran Kementerian Pertanian harus bisa menjadi pelayan mereka dengan baik.
 



Komentar