Senin, 17 April 2017 - 09:21:56 WIB
Training Course on Modern Horticulture Agribusiness Technology (ToMHAT)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 157 kali

Jakarta - Kementerian Pertanian dalam hal ini BPPSDMP telah melaksanakan penutupan pelatihan “Training Course on Modern Horticulture Agribusiness Technology (ToMHAT), yang dilaksanakan pada tanggal 7 April 2017 di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Acara penutupan ini dipimpin oleh Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Bapak Ir. Mesah Tarigan, M.Sc dan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP Bapak Dr. Widi Hardjono, M.Sc, dan dihadiri oleh seluruh peserta pelatihan ToMHAT, perwakilan dari ASEAN Secretariat (Mr. Nisimura), Mr. Takashi sebagai tenaga ahli pada pelatihan ToMHAT, serta pejabat di lingkup BPPSDM, Balai Besar Pelatihan Lembang dan perwakilan dari Biro KLN.

Dalam sambutannya Bapak Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri menyampaikan bahwa hortikultura di Indonesia seperti “sleeping giant” yang jika seluruh prosesnya dikembangkan dengan baik akan memberikan kemajuan yang baik pula bagi perekonomian Indonesia, selain itu beliau juga menyampaikan apresianya terhadap keberhasilannya menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang diadakan selama 2 (dua) minggu di lembang ini. Beliau juga menekankan agar para peserta dapat mengambil nilai positif yang telah didapat dari kegiatan tersebut dan dapat dikembangkan di masing-masing negaranya.

“Training Course on Modern Horticulture Agribusiness Technology” ini merupakan salah satu kegiatan kerjasama forum ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) dengan pemerintah Jepang. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2017 – 7 April 2017 di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Jawa Barat, diikuti oleh 20 peserta dari seluruh negara anggota ASEAN. Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dibawah forum ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) sebagai salah satu bentuk kerjasama ASEAN dengan Pemerintah Jepang.

Tujuan diadakannya training ini adalah untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang teknologi agribisnis hortikultura; meninjau perkembangan terakhir usaha agrobisnis hortikultura; berbagi praktek-praktek terbaik dari teknologi agrobisnis hortikultura;dan untuk mengidentifikasi masalah, hambatan, dan peluang dalam teknologi pertanian, bagaimana cara mengadopsi teknologi tersebut serta merumuskan rencana aksi untuk mengatasi hambatan dan masalahnya.

Beberapa materi yang diberikan pada saat pelatihan tersebut adalah Good Agricultural Practices (GAP) produk hortikultura, Good Handling Practices (GHP) produk hortikultura sekaligus praktik bagaimana panen sayuran dan bagaimana melakukan pengemasan produk seperti brokoli, cabai tomat, Good Manufacturing Practices (GMP) produk hortikultura dimana peserta praktik langsung bagaimana membuat keripik jamur dan minuman wortel instan, Information and Communication Technology (ICT) dalam agribisnis, Modern horticulture for small scale agribusiness (micro farming) dengan praktik bagaimana memanfaatkan pekarangan melalui teknologi hidroponik dengan praktik membuat aquaponik, vertikultur, dan wick system, serta Internet marketing untuk produk hortikultura dimana peserta praktik bagaimana membuat strategi pemasaran dan bagaimana membuat website pemasaran untuk memasarkan produk secara online.


Sumber :  Biro KLN



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)