Jumat, 23 September 2016 - 09:22:25 WIB
Evaluasi Proyek Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Lingkup Kementerian Pertanian
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 10662 kali

Bandung, Jawa Barat -Pelaksanaan program-program pembangunan pertanian yang berkelanjutan jelas memerlukan dana yang cukup besar, yang idealnya dapat diperoleh dari sumber dana dalam negeri. Namun karena adanya keterbatasan dana dalam negeri maka Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) merupakan salah satu alternatif sumber pembiayaan pembangunan yang dapat digunakan.

Berbagai manfaat dan hasil positif dari PHLN terhadap pembangunan pertanian, antara lain (a). Menstimulus percepatan kegiatan, (b). Meningkatkan proses alih teknologi, (c). Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, (d). Menyediakan infrastruktur, serta (e). Memberdayakan masyarakat pertanian.

Untuk saat ini proyek yang didanai oleh dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) di Kementerian Pertanian terdiri dari : 3 (tiga) proyek Pinjaman Luar Negeri, 2 (dua) proyek Hibah Terancana dan 42 (empat puluh dua) proyek Hibah Langsung.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 23 Juni 2016 bertempat di Hotel Savoy Homann Bandung telah dilaksanakan evaluasi proyek yang didanai oleh pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) lingkup Kementerian Pertanian.

Acara ini dibuka oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Ir. Hari Priyono, M.Si) yang didampingi oleh Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri ( Ir. Mesah Tarigan, M.Sc) dan dihadiri oleh lebih kurang 70 (tujuh puluh) peserta yang terdiri dari perwakilan unit es 1. Sebagai narasumber dalam acara ini adalah Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Plt. Sesbadan Ketahanan Pangan, Sesdit Hortikultura, Sesditjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kabag Perencanaan Tanaman Pangan, Kabag Perencanaan Ditjen PSP dan Perwakilan dari BPP SDM Pertanian, Ditjen Perkebunan, Karantina Pertanian dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam sambutannya Bapak Sekretaris Jenderal menyampaikan bahwa pemanfaatan dan pengelolaan PHLN di Kementerian Pertanian belum berjalan maksimal, hal ini disebabkan beberapa faktor. Antara lain, pengelola proyek yang merupakan pejabat stuktural umum, kemudian pengelola proyek tersebut masih melakukan kegiatan-kegiatan yang lain sehingga focusing pada program bantuan tersebut mengalami banyak hambatan. Perbandingan dengan pengelolaan proyek pada tahun-tahun sebelumnya, nilai APBN Rupiah Murni masih sangat kecil sehingga pengelolaan proyek bantuan luar negeri pada saat itu dikelola dengan sangat baik. Badan Litbang Pertanian pada era tersebut banyak kegiatan yang dibiayai oleh bantuan pinjaman luar negeri yang diantaranya untuk peningkatan capacity building yaitu dalam penyelenggaraan program S2/S3. Begitupula dengan unit eselon 1 lainnya seperti Ditjen Peternakan yang juga memanfaatkan peluang bantuan luar negeri dengan bekerjasama dengan organisasi internasional seperti FAO dan lain-lain. Namun pada saat ini, setelah APBN Kementerian Pertanian meningkat menjadi 31,5 Triliun terjadi perubahan yang sangat drastis dari segi manajemen penanganan pemanfaatan bantuan luar negeri yang dirasakan seperti proyek sambilan. Sebagai solusi dari permasalahan ini, Para Sesdit/Sesba dihimbau untuk dapat menunjuk staf pada unit kerjanya untuk dijadikan pengelola proyek bantuan luar negeri yang jabatannya disetarakan dengan jabatan struktural yang diakui di tingkat lokal lingkup Kementerian Pertanian. Langkah ini bertujuan agar pengelolaan batuan tersebut dapat memfokuskan kinerjanya pada pengelolaan proyek bantuan luar negeri;

Adapun tindak lanjut dari kegiatan evaluasi yang disarankan oleh Bapak Sekjen perlu adanya workshop/training khusus pengelolaan PHLN sehingga adanya keberlanjutan/regenerasi manajemen proyek dan Workshop Administrasi Pengelolaan PHLN. Untuk tahun 2017 PHLN sedapat mungkin dikelola khusus dengan dibekali fasilitas yang memadai. Setelah kegiatan evaluasi ini perlu adanya Workshop Perencanaan PHLN untuk tahun 2017 agar PHLN berjalan optimal dan yang terakhir Bapak Sekjen mengingatkan sedapat mungkin proyek yang berasal dari PHLN bersifat on-top.

 

 



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)