Kamis, 11 Februari 2016 - 19:10:53 WIB
Workshop Evaluation RRI Phase II ; Save and Grow dan Persiapan Workshop
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 2573 kali

Jakarta – Telah berlangsung Workshop Evaluation Regional Rice Initiative (RRI) Phase II ; Save and Grow dan Persiapan Workshop RRI phase III di Bangkok pada tanggal 21 Januari 2016, di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta. Rapat dipimpin oleh Direktur Eksekutif Field Indonesia yang dihadiri oleh Perwakilan dari FAO Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perhutanan dan Perikanan, Kab. Pasuruan dan LSM dari VECO dengan menghadirkan narasumber dari UNPAD dan Perwakilan Petani Kelompok Sekolah Lapang Save and Grow dari Indramayu dan Pasuruan.

Rapat ini bertujuan untuk membahas hasil-hasil yang telah dicapai oleh Field Indonesia dan Veco dalam mengembangkan proyek Sekolah Lapang Save and Grow di wilayah percontohannya dan diskusi persiapan Regional Workshop yang akan diselenggarakan pada tanggal 27-28 Januari 2016 di Bangkok, Thailand.

Pada kesempatan pertama dari VECO menyampaikan bahwa kegiatan mina padi di wilayahnya (Tasik Malaya) sudah mulai berkurang. Hal ini disebabkan masyarakat khususnya pada generasi muda sudah banyak yang beralih profesi menjadi pedagang.

Musim tanam di wilayah Tasik Malaya hanya dapat dilakukan 2,5 x (dua setengah kali) dalam setahun.

Untuk jenis mina yang di sebar pada lahan adalah ikan Mas. Dalam pengembangannya Sekolah Lapang VECO hannya memproduksi benih ikan Mas untuk di jual ke petani kolam, Sedangkan Field Indonesia mengembangkan konsep Save and Grow bukan hannya melihat dari segi pendapatan (ekonomi) namun tujuan penerapannya untuk menciptakan pertanian yang sehat.

Sasaran kedepan Field Indonesia adalah memberikan pemahaman khusus kepada generasi muda diwilayahnya terkait produk Save and Grow dan mina padi beserta pemahaman Hama dan peluang peningkatan ekonomi sehingga dapat tumbuh ketertarikan dari para generasi muda untuk memajukan pertanian diwilayahnya.

Perwakilan dari petani di Indramayu menyampaikan bahwa kelompok tani mereka telah berhasil mengembangkan Save and Grow diwilayahnya dengan membuat pupuk organik secara mandiri dengan memanfaatkan limbah dari pasar berupa sabuk dan air kelapa, limbah sayur dan buah yang diramu menjadi pupuk organik untuk lahan mereka.
Selain itu Perwakilan petani juga memberikan informasi bahwa dalam pemilihan jenis ikan dan tata ruang bagi ruang gerak ikan yang dibudidayakan pada lahan padi agar disesuaikan dengan pola rantai pakan masyarakat yang digemari sehingga mempermudah dalam pemasarannya.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kab. Pasuruan menyampaikan bahwa program Save and Grow telah didukung oleh Walikota dan DPRD Pasuruan. Untuk program 2016 telah dicanangkan pada setiap Kecamatan akan dikembangkan Program Save and Grow dan Mina Padi dan pada saat panen raya akan mengundang semua kelompok tani diwilayah Pasuruan.
Hasil dari presentasi VECO dan Field Indonesia akan mempresentasikan produk Save and Grow mereka yang dikolaborasikan dengan Mina Padi yang telah mereka lakukan dan telah berdampak meningkatkan pendapatan petani. Selain itu menerapkan konsep kembali ke alam (organik). Memperkenalkan model-model dari mina padi yang telah dikonsepkan oleh VECO dan Field Indonesia.

Peran KKP di tahun 2016 akan memberikan bantuan dalam bentuk paket berupa pakan dan alat pembuat pelet pakan ikan beserta bimbingan teknis kepada Kelompok Mina Padi.

 

 



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)