Kamis, 19 Maret 2015 - 09:08:55 WIB
Courtessy Call FAO-R dengan Setjen Kementan dalam rangka Pencapaian SDGS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 5996 kali

Pada hari Selasa 17 Maret 2015, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ir. Hari Priyono M.Si., menerima kunjungan courtessy call Mr. Markus Smulders, Kepala FAO Representative(FAO-R). Pertemuan ini dihadiri perwakilan eselon satu teknis lingkup Kemtan.

Dalam sambutannya Sekjen Kemtan menyampaikan selamat atas penunjukan Mr. Markus Smulder sebagai kepala FAO-R dan menyambut baik atas dukungan dan bantuan yang selama ini telah diberikan kepada Indonesia. Disampaikan bahwa Kementerian Pertanian tetap menempatkan FAO sebagai salah satu mitra penting dan strategis dalam mendukung pembangunan pertanian di Indonesia dan berharap agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan.

Kemtan sedang menyiapkan bahan untuk Country Programming Framework (CPF), Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Saat ini masih ada 3 (tiga) buah proyek hibah bantuan FAO yang sedang berjalan di Kementerian Pertanian dengan total nilai sekitar USD 21 juta.

Sekjen Kemtan menyampaikan pula bahwa untuk pengelolaan yang lebih baik terhadap proyek bantuan FAO di masa mendatang, diharapkan agar pihak FAO dapat melibatkan Kementerian Pertanian dalam keseluruhan proses formulasi proyek. Khususnya dalam pemanfaatan tenaga ahli dan SDM lokal untuk proyek-proyek FAO di wilayah Indonesia, agar kepentingan kedua belah pihak dapat terakomodir serta memastikan agar proyek tersebut dapat membawa dampak yang lebih baik.

Kepala FAO-R menyampaikan bahwa saat ini FAO fokus pada Ketahanan Pangan dan Mal Nutrisi dan kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian SDGs, diantaranya program ECTAD, konservasi pertanian, proyek peternakan, proyek GEF di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.  Tekait status kerja sama FAO dengan Pemerintah Indonesia saat ini FAO sedang menunggu Country Programming Framework (CPF) yang akan dikerjasamakan dengan FAO.

Mr. Smulders menyampaikan bahwa Indonesia pernah bekerja sama dengan FAO dalam pengembangan ”Mina Padi” di Indonesia yang berakhir tahun 2013, program dimaksud jika bisa dikembangkan kembali akan sangat baik karena program dimaksud akan meningkatkan produktivitas petani padi di Indonesia, sekaligus memperbaiki gizi masyarakat petani melalui ketersediaan protein hewani asal ikan. Terkait  dengan hortikultura mungkin bisa dikaitkan dengan salah satu fokus FAO saat ini yaitu Food Lose and Food Waste.

Sebagai penutup Sekjen Kemtan berharap agar kepala FAO-R yang baru dapat berkerjasama dengan baik selama masa penugasannya di Indonesia.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)