Senin, 08 Desember 2014 - 08:58:40 WIB
Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian D-8 Bidang Ketahanan Pangan ke-5 Menghasilkan Istanbul Initiativ
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 746 kali

ISTANBUL – Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian D-8 Bidang Ketahanan Pangan ke-5 telah dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2014 di Istanbul, Turki. Pertemuan didahului oleh 5 (lima) Working Group dan Senior Officials Meeting.

Pertemuan Tingkat Menteri dihadiri oleh Menteri Pertanian, Pangan dan Peternakan Turki, Menteri Pertanian Nigeria, akil Menteri Pertanian Iran, Wakil Menteri Pertanian Malaysia, serta Pejabat mewakili Menteri Pertanian dari Bangladesh, Indonesia, Mesir, dan Pakistan, dan Sekretaris Jenderal D-8. Delegasi Indonesia pada Pertemuan Tingkat Menteri ini diketuai oleh Dr. Winny Dian Wibawa, Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan.

H.E. Dr. Seyed Ali Mohammad Mousavi, Sekretaris Jenderal D-8, menyatakan bahwa pertanian merupakan sektor yang sangat penting dan berdampak luas terhadap perekonomian dan kehidupan sebagian besar rakyat negara-negara anggota D-8. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan efisiensi yang maksimal dan produktivitas dalam rangka mencapai hasil yang obyektif yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat pedesaan di kawasan D-8. H.E. Mehdi Eker, Menteri Pertanian, Pangan dan Peternakan Turki, menggarisbawahi pentingnya memperbesar zona pertanian dan menyerukan tindakan bersama terhadap keamanan pangan. Dia mengatakan bahwa lebih dari 30% dari total tenaga kerja di D-8 berkecimpung dalam sektor pertanian.

 Pertemuan menghasilkan Istanbul Initiative, yang isinya antara lain:

  1. mengembangkan kerjasama yang menunjang perdagangan antar negara anggota D-8 melalui skema Public Private Partnership, harmonisasi standar, spesifikasi teknis, pengembangan kapasitas, dan meningkatkan produksi melalui riset, transfer teknologi, dan pertukaran informasi,
  2. Pemerintah dan sektor swasta agar berpartisipasi aktif dalam merumuskan struktur dan memperkuat fungsi D-8 Fertilizer Association (D8FA), termasuk penunjukan focal point nasional dan menciptakan kolaborasi bisnis-ke-bisnis.
  3. identifikasi prioritas pangan/pertanian dan perikanan untuk dilakukan harmonisasi standar, mutu dan keamanan pangan mengacu pada standar Codex atau aturan lain yang berlaku.
  4. mendukung pembangunan pedesaan, penciptaan lapangan kerja dan pendapatan dan distribusi yang sepadan untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan akses terhadap pangan. 

 

Sumber: PKLN, Kementan



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)