Senin, 03 Februari 2014 - 15:51:56 WIB
CONSULTATIVE MEETING ON RICE STRATEGY FOR ASIA AND THE PACIFIC
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 2523 kali

CONSULTATIVE MEETING ON RICE STRATEGY FOR ASIA AND THE PACIFIC

PATTAYA. Pertemuan Consultative Meeting on Rice Strategy for Asia and the Pacific telah berlangsung pada tanggal 28 Januari 2014 di Pattaya, Thailand. Delegasi Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Wakil Menteri Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Pusat Kertersediaan dan Kerawaan Pangan, Badan Katahan Pangan, staf dari Pusat Kerja Sama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dan Staf dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.

Pada pertemuan FAO Regional Conference for Asia and the Pacific ke-31 di Hanoi, Vietnam, tanggal 15-16 Maret 2012 telah dibahas isu tentang kondisi pangan dan pertanian di kawasan Asia dan Pasifik, yaitu Produksi pangan global dan ketahanan pangan; Tantangan keamanan pangan dan pertanian; Kebijakan dalam mengatasi gejolak harga pangan.

Pertemuan Konsultasi Strategi Pengembangan Beras merupakan tindak lanjut mandat yang diberikan oleh Regional FAO Conference 2012. Konsep Regional Rice Strategy for Asia and the Pacific disusun oleh FAO Regional Kawasan Asia Pasifik. Hadir dalam pertemuan Konsultasi tersebut wakil-wakil dari 17 negara anggota FAO kawasan Asia Pasifik. Disamping Indonesia, Delegasi Laos juga dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian.Konsep yang telah disusun oleh FAO tersebut dan setelah menerima masukan dari anggota yang hadir dalam pertemuan Konsultasi ini, akan disempurnakan dan akan disampaikan dalam FAO Regional Conference for Asia and the Pacific ke-32 di Ulaanbaatar, Mongolia, tanggal 10-13 Maret 2014 untuk memperoleh persetujuan (endorsement).

Mr. Hiroyuki Konuma menyampaikan secara garis besar latar belakang penyusunan Konsep Regional Rice Strategy for Asia and the Pacific, yang pada dasarnya disusun oleh Tim ahli yang ahli dalam berbagai bidang khususnya padi. Konsep Strategi Pengembangan Beras tersebut tidak berisi hal-hal yang sangat spesifik, karena strategi operasionalnya tergantung dan diserahkan pada masing-masing negara. Konsep ini hanya berisi berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh berbagai negara dan dampak-dampak negatifnya (trade-offs), sehingga konsep ini hanya merupakan opsi/pilihan untuk negara-negara anggota dengan berbagai dampak yang mungkin akan ditimbulkannya.

Indonesia memberikan masukan untuk mempertajam visi dan misinya agar difokuskan pada penguatan kemandirian petani padi, mengingat sebagian besar petani padi adalah petani kecil. Masukan-masukan lebih rinci masih ditunggu oleh FAO sampai akhir minggu ini untuk digunakan sebagai bahan penyempurnaan konsep yang akan disampaikan pada FAO Regional Conference for Asia and the Pacific ke-32 di Ulaanbaatar, Mongolia, tanggal 10-13 Maret 2014 tersebut.

 

Sumber : Pusat Kerja Sama Luar Negeri, 2014



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)