Rabu, 18 Desember 2013 - 14:45:57 WIB
Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian D-8 Ke-4 Bidang Ketahanan Pangan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 6442 kali

Abuja, Nigeria - PertemuanThe 4th D-8 Agricultural Ministerial Meeting on Food Security telah berlangsung pada tanggal 4-6 Desember 2013. Pertemuan dihadiri oleh Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki, Sekretaris Jenderal D-8 dan FAO Representative Nigeria. Pertemuan di Abuja ini merupakan kelanjutan dari pertemuan di Mataram 3-5 Oktober 2012; membahas 5 aspek kerjasama ketahanan pangan meliputi pakan ternak (Animal Feed), Pupuk (Fertilizer), benih (Seed Bank), kelautan dan perikanan (Marine and Fisheries) dan Standard perdagangan (Standards on Trade).

Delegasi Indonesia terdiri dari unsur Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abuja.

WG on Seed Bank. Delri dipimpin oleh Dr. Hasil Sembiring, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Pertemuan menyepakati ratifikasi dan menjalankan hasil kesepakatan Pertemuan Mataram, antara lain: (i) penyempurnaan proposal Seed Bank pada bulan Maret 2014; (ii) workshop dan pembuatan webpage working group Seed Bank: Workshop harmonisasi sertifikasi benih dan pendaftaran varietas pada bulan Juni 2014 di Iran dan workshop ISTA rules, sanitary dan phytosanitary serta evaluasi metode pemuliaan pada bulan Mei 2014 di Turki; (iii) Penetapan D8-Seed Council dan webpage D8-Seed Working Group akan dibahas di Iran pada the 6th Seed Bank Working Group Meeting pada bulan Juni 2014.

WG on Animal Feed. Delri dipimpin oleh Dr. Maradoli Hutasuhut, Kepala Sub Direktorat Mutu Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Delri menyampaikan perkembangan AFIC (Animal Feed Information Centre). Sejauh ini, baru Indonesia, Iran dan Malaysia yang telah mengupload informasi tentang pakan ternak di negara masing-masing. Negara anggota lainnya diminta untuk dapat menyampaikan informasi tersebut sebelum akhir Februari 2014. Pertemuan merevisi keanggotaan technical working group sebagai berikut: (i) TWG on Cassava (Nigeria leader, Indonesia); (ii) TWG on Rice bran (Iran leader, Bangladesh, Indonesia dan Nigeria); (iii) TWG on PKC (Malaysia leader, Indonesia dan Nigeria).

WG on Fertilizer. Delri diwakili oleh Pusat Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian, didampingi oleh pelaksana fungsi politik dan penerangan KBRI Abuja, Sdr. Robert Sitorus. Pertemuan menetapkan focal point officer untuk D-8 Fertilizer Association (D8FA). Untuk 2 tahun pertama, Sekretariat D-8 di Istanbul, Turki akan berperan sebagai Interim D8FA headquarters. Board of Directors D-8 akan mengevaluasi kemajuan D8FA dan menetapkan Permanent Headquarters setelah termin tersebut berakhir. Pertemuan memfinalisasi Memorandum of Understanding (MoU) dan Articles of Incorporation of D8FA, sebagai hasil dari pertemuan Ad-hoc Meeting on Fertilizer ke-1 di Kish Island, Iran pada bulan Maret 2013 dan pertemuan Ad-hoc ke-2 di Antalya, Turki pada bulan November 2013. MoU ini direncanakan akan ditandatangani oleh Menteri Pertanian negara anggota D-8/Menteri yang menangani.

WG on Standards on Trade. Delri dipimpin oleh Kasubdit Kerjasama Standardisasi, Direktorat Standardisasi, Ditjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan. Working Group memutuskan beberapa kesepakatan penting antara lain perlunya kerjasama quality and safety standards, dan pertukaran technical know how. Pertemuan juga menyepakati batas akhir finalisasi Term of Reference WGST adalah Maret 2014. WGST juga menyepakati area kerjasama dalam bidang regulasi keamanan pangan antar anggota D-8. Pertemuan menghargai kesediaan Iran dalam menyiapkan internet tools untuk mempermudah komunikasi antar anggota WGST. Pertemuan juga sepakat tentang perlunya melibatkan private sectors dari negara anggota dalam pertemuan-pertemuan WGST berikutnya.

WG on Marine Affairs and Fisheries. Delri dipimpin oleh Kepala Bagian Program, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP. Pertemuan menyepakati dan mengadopsi Terms of Reference (ToR) of WGMAF. Negara anggota sepakat untuk mengundang para pengusaha untuk menghadiri pertemuan Working Group mendatang. Selanjutnya pada kesempatan tersebut juga dilakukan update focal points D-8 WGMAF. Pada agenda New Projects and Areas of Cooperation, Indonesia Indonesia menyatakan kesediaan sebagai tuan rumah Seafood Exhibition dan Business Forum yang pertama di Jakarta pada bulan Mei 2014. Pertemuan mendiskusikan isu fish mill sebagai bahan baku pakan usaha budidaya perikanan agar dibahas juga di WG on Animal Feed. Demikian juga dengan WG on Standards on Trade berkaitan dengan harmonisasi sistem standar jaminan mutu hasil perikanan.

Pertemuan Tingkat SOM. Ketua Delri dipimpin oleh Saut P. Hutagalung, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pertemuan dipimpin oleh HE. Mrs. Ibukun Odusote, Permanent Secretary of Federal Ministry of Agriculture and Rural Development of Nigeria. Agenda utama yang dibahas antara lain adalah consideration and adoption of working groups reports, discussion on the D-8 Programe for Food Security (D8-PFS), consideration of the D-8 Information and Knowledge Management Network, dan consideration on the draft text of Abuja Declaration.

SOM ini mengadopsi laporan kelima Working Groups. SOM mengapresiasi disepakatinya Terms of Reference Working Group on Marine Affairs and Fisheries yang diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan D-8 di bidang kelautan dan perikanan.

Mengenai draft Mou tentang D-8 Fertilizer Association yang telah disepakati working group dan direncanakan akan ditandatangani oleh Menteri Pertanian negara D-8, Delri meminta agar Sekretariat D-8 mengirimkan draft MoU kepada semua negara anggota untuk proses lebih lanjut yang diperlukan.

Pertemuan Tingkat Menteri. Delri dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Nigeria, Sudirman Haseng. Para Menteri menghasilkan Abuja Initiatives yang memuat kesepakatan-kesepakatan antara lain:

  1. Mendukung kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dalam 5 (lima) area kerjasama yang tercakup dalam Kerjasama Ketahanan Pangan D-8, yaitu seed bank, animal feed, fertilizer, marine affairs and fisheries, dan standards on trade.
  2. Para Menteri menekankan pentingnya peran national focal points untuk menindaklanjuti dan memastikan implementasi kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai oleh Working Groups, Senior Officials and Ministerial meetings.
  3. Mendorong keterlibatan institusi swasta dan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam menciptakan kerangka kerjasama melalui public private partnership antara lain dalam bidang pengembangan supply chain pangan yang efektif, feasibility study tentang nutrisi dan transformasi sistem pangan.
  4. Melakukan upaya-upaya untuk memfinalisasi D-8 Programme for Food Security (D-8 PFS) dan D-8 Information and Knowledge Management Network, yang antara lain akan berperan menjadi acuan kegiatan kerjasama pertanian D-8.
  5. Para Menteri juga menyambut baik penandatanganan Memorandum of Understanding antara Sekretariat D-8 dan African-Asian Rural Development Organization (AARDO) dan meminta Sekretaris Jenderal D-8 dan negara anggota untuk berupaya keras mewujudkan kesepakatan-kesepakatan yang tertuang dalam MoU tersebut.
  6. Menyambut baik proposal Nigeria tentang D-8 Agriculture Research And Development Capacity Building Initiative, Seed Sector Investment Fund, Fertilizer Investment Fund dan Halal Meat Industry Development.
  7. Pertemuan menyambut baik pernyataan Ketua Delegasi Turki yang menyampaikan bahwa secara prinsip, Turki bersedia untuk menjadi tuan rumah the 5th D-8 Agricultural Ministerial Meeting on Food Security pada tahun 2014.

Para Menteri dan Ketua Delegasi SOM D-8 Agricultural Ministerial Meeting on Food Security melakukan courtesy call kepada Wakil Presiden Nigeria, H.E. Namadi Sambo. Pada kesempatan tersebut telah ditandatangai MoU antara Sekretaris Jenderal D-8 Organization for Economic Cooperation dengan Sekretaris Jenderal African-Asian Rural Development Organization (AARDO).



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)