Rabu, 18 Desember 2013 - 14:31:04 WIB
The 10th Session of Governing Council United Nations Centre for Alleviation of Poverty through Susta
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 11567 kali

BANGKOK - Pertemuan Governing Council United Nations Centre for Alleviation of Poverty through Sustainable Agriculture (UNCAPSA) ke-10 dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2013 yang dihadiri oleh Kepala Kantor CAPSA, Dr. Katinka Weinberger, perwakilan negara anggota GC-CAPSA, diantaranya Afganishtan, Bangladesh, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Papua New Guinea, Philippines, Sri Lanka, dan Thailand. Pertemuan ini juga dihadiri oleh India, perwakilan JIRCAS (Japan International Research Center for Agricultural Sciences), FAO, World Bank, APAARI (Asia Pacific Association of Agricultural Research Institutions) sebagai observer.

Pertemuan dibuka oleh Director of MPDD (Macroeconomic Policy Development Division) ESCAP, Mr. A.S.M. Anisuzzaman Chowdhury, Ph.D, dan Chair GC ke-9, Mr. Surasak Ponnop, Deputy Secretary General Office of Agricultural Economics.

Mr. Shun-ichi Murata, Deputy Executive Secretary ESCAP memberikan sambutan dan membuka secara resmi pertemuan GC ke-10. Dalam rangka meningkatkan pendanaan CAPSA, sesuai rekomendasi Pertemuan GC ke-9, bahwa saat ini CAPSA berintegrasi dengan MPDD ESCAP untuk efektifitas dan efisiensi proyek-proyek yang akan dilaksanakan. Terkait pentingnya peranan CAPSA terhadap pembangunan pertanian di negara anggota GC-CAPSA, ditekankan kepada member countries untuk tidak hanya memberikan pledge kontribusi, namun juga memberikan kontribusi dalam bentuk in-kind, dan seluruh pemangku kepentingan harus berpikir secara holistik, tidak hanya terfokus pada pengembangan di hulu tetapi juga di hilir pertanian, yaitu pengolahan produk hasil-hasil pertanian, pengemasan yang ramah lingkungan, dan pemasarannya.

 

Dr. Hasil Sembiring, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI bertindak sebagai Ketua Delegasi RI, dengan anggota delri yaitu Kepala PSE-KP Badan Litbang Kemtan, Pusat KLN Kemtan, dan KBRI Bangkok.

Pertemuan membahas mengenai perkembangan dan capaian CAPSA setelah GC ke-9 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Bogor, Indonesia; status finansial dan administratif CAPSA; perkembangan proyek SATNET Asia (Network for Knowledge Transfer on Sustainable Agricultural Technologies and Improved Market Linkages in South and Southeast Asia); dan program dan fokus kerja CAPSA di tahun 2014.

Dr. Ikhtifar Ahmad, Chairman of Pakistan Agricultural Research Council (PARC), dan Dr. Raghunath Ghodake, Director General, National Agricultural Research Institute, Papua New Guinea terpilih sebagai Chair dan co-Chair dalam pertemuan GC ke-10 ini.

Terkait status finansial dan administrasi CAPSA, Kepala Kantor CAPSA menyampaikan bahwa sumber finansial CAPSA terbagi dalam tiga kategori, yaitu: (i) dana dukungan institusional, (ii) dana proyek kerjasama teknik, (iii) dukungan dana dari Section 23 sistem UN. Disampaikan dalam draft laporan GC CAPSA ke-10 bahwa dana kontribusi yang diharapkan dari pemerintah Indonesia adalah sebesar 190,000 USD untuk membayar staf lokal, seperti yang tertuang dalam Business Plan 2013-2015, dan sebagai standar kontribusi bagi tuan rumah institusi regional ESCAP. Disampaikan juga bahwa hingga September 2013, dana bantuan in-kind yang diterima oleh CAPSA sebesar IDR 244,610,222 (USD 22,369).

Delri menyampaikan bahwa pledge kontribusi Indonesia kepada CAPSA sebesar USD 79,662 oleh Kementerian Luar Negeri. Terkait dengan permintaan CAPSA untuk peningkatan pledge kontribusi Indonesia sebagai host country sebesar 190,000 USD, Delri menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan waktu untuk melakukan persiapan, karena saat ini, Indonesia tidak hanya membayarkan pledge kontribusi kepada CAPSA, tetapi juga kepada organisasi internasional lainnya. Selain itu, jumlah kontribusi yang akan dibayarkan bergantung pada jumlah kontribusi tahun sebelumnya dan ketersediaan anggaran budget nasional yang dikelola oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Untuk bantuan in-kind tahun 2013 melalui DIPA Kementerian Pertanian cq Badan Litbang Pertanian, Delri menyampaikan bahwa jumlah bantuan in-kind yang diberikan kepada CAPSA sebesar USD 103,850, termasuk dana renovasi gedung. Delri juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam hal bantuan in-kind tahun 2014, sebesar USD 33,400.

Program kerja CAPSA tahun 2014 akan memfokuskan pada tiga area tematik yang tercantum dalam Strategic Plan CAPSA 2011-2020, yaitu:

  1. Area tematik 1: poverty reduction and food security
    CAPSA akan memfokuskan pengembangan proyek-proyek kerjasama di negara LDCs, khususnya Myanmar dan Timor-Leste. Kegiatan ini akan difokuskan pada capacity building dan analisis kebijakan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

  2. Area tematik 2: technologies for sustainable agriculture
    CAPSA akan mengupayakan untuk melaksanakan capacity building dengan target peserta adalah para petani, penyuluh, lembaga sosial masyarakat, peneliti, pembuat kebijakan di tahun 2014. Kegiatan ini akan dibiayai melalui SATNET Asia Project.

  3. Area tematik 3: market access research
    CAPSA akan melanjutkan penelitian dibidang akses pasar dengan menggunakan kerangka modeling untuk menjelaskan dan mengidentifikasi variabel strategi dan hambatan yang mempengaruhi kemampuan petani kecil dalam mengakses pasar.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)