Kamis, 07 November 2013 - 12:13:41 WIB
Workshop Peranan Indonesia di Organisasi Pangan PBB (FAO, IFAD, WFP)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 78008 kali

Jakarta - Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Roma Italia telah menyelenggarakan Workshop Peranan Indonesia di Organisasi Pangan PBB (FAO, IFAD, WFP). Workshop diadakan pada tanggal 29 Juni 2010 bertempat di Auditorium Gedung D, Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

 

Workshop bertujuan untuk: (1) menentukan strategi dalam meningkatkan peran Indonesia pada tiga organisasi pangan PBB (FAO, WFP, dan IFAD); (2) mendiskusikan inisiatif baru yang dapat diangkat sebagai usulan Indonesia pada Sidang ke-30 FAO-RAPA bulan September 2010; dan (3) menentukan posisi Indonesia terhadap Traktat Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian.

 

Narasumber terdiri dari Duta Besar LBBP-RI untuk  Roma / Wakil Tetap Indonesia di FAO (Mohammad Oemar), Councellor Fungsi Multilateral pada KBRI-Roma (Purnomo A. Chandra), Atase Pertanian KBRI-Roma (Erizal Sodikin) dan perwakilan dari Kementerian Pertanian, diantaranya Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (Dr. Hermanto) serta Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (Dr. Karden Mulya). Peserta Workshop sebanyak 50 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, organisasi internasional, dan kalangan akademisi.

 

Dalam pidato sambutannya, Sekjen menyampaikan bahwa besaran kontribusi yang telah diberikan Pemerintah Indonesia kepada FAO, IFAD dan WFP serta manfaat yang dapat diraih dari kerjasama yang telah dilakukan dengan ketiga organisasi sebagai berikut : total kontribusi Pemerintah Indonesia untuk FAO adalah sebesar USD 347,204.07 dan EUR 338,315.94 per tahun. Sementara itu, total bantuan FAO yang telah diterima Indonesia selama periode tahun 2005 - 2008 adalah USD 36.75 juta yang telah disalurkan melalui 8 proyek kerjasama. Untuk IFAD, total kontribusi Pemerintah Indonesia (1976-2010) adalah sebesar USD 52 juta yang dibayarkan setiap periode 3 tahun. Sementara itu, total bantuan yang telah diterima melalui kegiatan proyek adalah USD 333.06 juta dalam bentuk pinjaman lunak dan USD 0.9 juta dalam bentuk hibah. Selanjutnya total kontribusi Pemerintah Indonesia untuk WFP adalah sebesar USD 50 ribu yang diberikan secara voluntary. Saat ini terdapat satu proyek bantuan WFP yang sedang berjalan yaitu Protracted Relief and Recovery Operation (PRRO) 10069.2 yang telah dimulai sejak bulan April 2008 dan akan berakhir pada bulan Desember 2010 dengan total nilai USD 56 juta. Keberadaan UN Rome-based Agencies di Indonesia sangat penting khususnya dalam mendukung pembangunan pertanian dan pengentasan kemiskinan di wilayah Indonesia bagian Timur.

 

Workshop menggunakan format diskusi panel yang terbagi dalam 2 sesi, dilanjutkan tanya jawab dan perumusan hasil. Sesi pertama mengenai Peningkatan Peran Indonesia pada Tiga Organisasi Pangan PBB.  Dubes RI di Roma menyampaikan perkembangan terakhir ketiga organisasi pangan PBB di Roma terkait perubahan konstitusi yang antara lain merubah status Regional Conference dari yang semula forum diskusi menjadi salah satu elemen pengambil keputusan dalam FAO Conference. Juga disampaikan perihal terpilihnya Indonesia sebagai Ketua FAO Committee on Constitutional and Legal Matters dan Ketua FAO Committee on Commodity Problems.

 

Sesi kedua workshop terkait Peranan Indonesia pada Forum International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA) ke-30 yang akan diselenggarakan tanggal 12-18 Maret 2011 di Bali dan FAO Regional Conference for Asia and the Pacific (FAO-RAPA) ke-30 yang akan diselenggarakan di Korea bulan September ini. Forum ITPGRFA dapat dimanfaatkan sebagai (1) promosi pencalonan kandidat RI sebagai Dijen FAO; (2) Promosi capaian Indonesia di bidang pertanian; (3) Meningkatkan strategi kerjasama untuk pengelolaan Sumber Daya Genetik Indonesia melalui penguatan regulasi nasional; (4) Merealisasikan pembentukan Nasional Gene Bank.

 

Dalam sesi diskusi, Deputy Country Director WFP Indonesia (Peter Guest) juga mensosialisasikan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia (A Food Security and Vulnerability Atlas of Indonesia) yang merupakan hasil kerjasama Dewan Ketahanan Pangan dan WFP yang selesai disusun pada tahun 2005 dan diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 22 Maret 2010. Diharapkan peta tersebut dapat menjadi referensi dalam membangun kemitraan untuk penanggulangan kerawanan pangan di masa yang akan datang.

 

Sumber: Biro KLN/PBB/KSP/Setjen.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)