Kamis, 07 November 2013 - 12:10:02 WIB
Indonesia - Tanzania Sepakat Untuk Kerjasama di Bidang Capacity Building, Research Developme
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 19898 kali

Bogor - Pertemuan Joint Agriculture Cooperation Committee (JACC) ke-1 Indonesia – Tanzania telah dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 Maret 2010 di Hotel Santika Bogor, Jawa Barat.    Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, Sp.I dengan melibatkan beberapa instansi diantaranya Kementerian Luar Negeri ( Direktorat Afrika dan Direktorat Kerjasama Teknis), Sekretariat Negara, Pemerintah Kota Bogor dan Kementerian Pertanian.

 

Pertemuan berlangsung selama 2 hari, hari ke-1 Plenary Meeting dan hari ke-2 Field Trip. Pada pertemuan tersebut Delegasi RI dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, Sp.I dan Delegasi Tanzania dipimpin oleh Permanent Secretary Ministry of Agriculture, Food Security and Cooperatives Mr. Muhamed Said Muya.  Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari MOU bidang pertanian yang telah ditandatanganai oleh kedua Menteri pada tanggal 5 September 2007.  Untuk Field trip dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor yaitu ke Istana Bogor, Pusat Pelatihan Tanaman Obat Rengganis, Kuntum Nursery dan Perkebunan Teh Gunung Mas.  Kedua Delegasi diterima oleh Wakil Wali Kota Bogor pada Welcoming Dinner tanggal 18 Maret 2010.

 

Hasil pertemuan JACC ke-1 dituangkan dalam Minutes of Meeting yang telah ditandatangani oleh Ketua Delegasi kedua negara pada tanggal 19 Maret 2010 dengan kesepakatan kedua belah pihak memprioritaskan kerjasama pada bidang Capacity Building, Research and Development untuk komoditas kapas, padi dan rempah-rempah, serta Market Acces.  Diharapkan kedua negara dapat merealisasikan kesepakatan kerjasama tersebut dan pada tahun 2012 akan dilaksanakan pertemuan JACC ke-2 di Tanzania .

Selama kurun waktu 1990 – 2009 dalam kerangka kerjasama Asia Afrika dan Selatan Selatan Indonesia telah membantu Tanzania dengan berbagai kegiatan diantaranya : program magang bagi petani Tanzania, program pelatihan bagi pejabat pertanian Tanzania, mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) atau Farmers Agriculture and Rural Training Center (FARTC), serta pengiriman 8 orang  tenaga ahli pertanian Indonesia ke Tanzania.

 

Indonesia telah membangun gedung sebaguna FARTC di desa Mkido-Morogoro-Tanzania pada tahun 1998, pengadaan kendaraan dan motor serta sarana diklat dan bantuan pompa air senilai US$ 155.000 merupakan sumbangan dari Masyarakat Petani Indonesia yang penyalurannya dilakukan melalui dana abadi petani Indonesia yang disimpan oleh FAO Roma.  Pembangunan FARTC merupakan inisiatif Indonesia sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produksi pangan di Tanzania melalui pertanian. Dengan bantuan ini telah menunjukkan hasil yang cukup berarti bagi Tanzania yaitu hasil gabah telah meningkat dari sebelumnya 3,8 ton/ha menjadi 6 ton/ha (peningkatan sebesar 58%).

 

Kerjasama bidang pertanian dilaksanakan dengan konsep Tripartite Financing Management dan Triangel Co-cooperation. Konsep kerjasama segitiga ini telah dimulai dengan Pemerintah Jepang (JICA memaluai pengiriman tenaga ahli Indonesia ke KATC (Kilimanjaro Agricultural Training Center) dalam proyek pelatihan dan pemanfaatan hewan (kerbau) di lahan pertanian.

Program magang bagi petani Tanzania sejak tahun 1990-1998 sudah mencakup 28 orang petani dan 5 penyuluh pertanian; Program pelatihan bagi pejabat pertanian Tanzania pada tahun 1995 sebanyak 2 orang (1 orang untuk Program Field Workshop on agriculture Extension dan 1 orang untuk Rice Production Technique Course), dan Tahun 2008 sebanyak 3 orang pejabat Kemtan Tanzanai telah mengikuti program pelatihan Management FARTC di Lembang, Jawa Barat.

 

Sebagai realisasi kerjasama kedua negara dan untuk merevitalisasi FARTC pada tahun 2007 Menteri Pertanian Anton Apriyantono telah melakukan kunjungan ke Tanzania, Menteri Pertanian RI menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa satu unit traktor tangan dan pompa air diesel.  Sumbangan tersebut merupakan hasil kerjasama Departemen Pertanian, Departemen Luar negeri dan PT Rutan Surabaya.  Selain untuk mengaktifkan kembali FARTC (Farmers Agriculture and Rural Training Centre) di Tanzania diharapkan sumbangan tersebut dapat memotivasi pelaku usaha dikedua negara untuk membuka peluang usaha ekspor dan impor produk pertanian khususnya alat mesin pertanian, serta vaksin dan obat hewan. Selain itu  untuk revitalisasi FARTC juga telah diberikan lagi 12 buah hand traktor yang telah diserahterimakan secara resmi oleh Dubes RI di Dar Es Salaam pada tahun 2008.

 
Sumber : Bagian Bilateral/ KLN / Setjen


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)