Kamis, 07 November 2013 - 12:02:56 WIB
Kunjungan Menteri Pertanian ke Rusia Tanggal 29 - 30 September 2009
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 456 kali

Rusia - Produk pertanian Indonesia dan Rusia harus saling melengkapi, demikian dikatakan Menteri Pertanian RI Dr. Anton Apriyantono dalam kata pengantarnya di pertemuan antara pengusaha pertanian Indonesia dengan pengusaha pertanian Rusia di kantor Kadin Rusia di Moskow Senin sore tanggal 28 September 2009.


Mentan memberikan contoh Rusia yang membutuhkan produk pertanian yang merupakan andalan Indonesia seperti Teh, Kopi, Kakao, Minyak Sawit, Karet, rempah, buah tropis dll, sementara Indonesia membutuhkan produk andalan Rusia seperti terigu (gandum), bahan baku pupuk, mesin-mesin pertanian, teknologi pertanian dll. Jika potensi ke dua negara ini dapat saling dipadukan, maka sangat mungkin di masa mendatang hubungan dagang Indonesia dengan Rusia di sektor pertanian akan jauh meningkat dari yang sudah berjalan sekarang.


Sebagai informasi, tahun 2008 total ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Rusia mencapai nilai 105,4 juta USD yang sebagian besar didominasi oleh komoditas perkebunan seperti CPO, teh, kopi, tembakau, karet. Sementara total impor Indonesia dari Rusia di tahun yang sama mencapai 23,064 juta USD yang didominasi oleh komoditas gandum dan gula.

 

Pertemuan pengusaha Indonesia dan Rusia ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka kunjungan kerja Mentan ke Rusia dan sebelumnya ke Polandia. Dalam pertemuan ini pengusaha Indonesia terdiri dari unsur pengusaha minyak sawit, dan pengusaha pupuk, sementara dari pihak Rusia selain terkait dengan dua komoditi tersebut (minyak sawit dan pupuk), juga pengusaha gandum dan beberapa pengusaha terkait teh dan kakao.

Lebih lanjut Mentan menerangkan bahwa hubungan dagang khususnya terhadap produk pertanian Indonesia ke Rusia banyak dilakukan melalui pihak/negara ke tiga, untuk itu pertemuan ini diharapkan dapat memutus jalur ini sehingga perdagangan ke dua negara menjadi lebih pendek dan pada akhirnya diharapkan akan lebih menguntungkan ke dua belah pihak, demikian ditegaskan Dr. Anton Apriyantono.

 

Dalam pertemuan yang didampingi oleh Duta Besar RI untuk Rusia Bpk. Dr. Hamid Awaludin, disepakati untuk menyusun kembali MoU kerjasama bidang pertanian antara pemerintah Indonesia dengan Rusia.

Keputusan ini merupakan suatu langkah maju yang ditunjukkan oleh pemerintah Rusia dan hal yang sangat menggembirakan Indonesia mengingat selama ini ada kesan pemerintah Rusia kurang begitu antusias untuk menindak-lanjuti pembentukan MoU kerjasama di bidang pertanian dengan Indonesia. Baik Menteri Pertanian Indonesia maupun Dubes KBRI Moskow tidak menduga keputusan Menteri Pertanian Rusia ini yang bahkan mendesak apabila memungkinkan, agar Nota Kesepahaman ini sesegera mungkin dapat ditanda tangani.

 

Terkait dengan hal ini maka KBRI Moskow bekerjasama dengan Deptan langsung mempersiapkan draft MoU yang segera dikonsultasikan ke pihak Rusia maupun pihak terkait di Indonesia. Salah satu poin yang diharapkan akan masuk dalam nota kesepahaman ini adalah kemungkinan pengiriman SDM Indonesia untuk mengikuti training, penelitian, dan pendidikan lanjutan di Rusia, serta kemungkinan melakukan perdagangan timbal balik komoditas gandum dan mesin pertanian Rusia dengan CPO.

 

Sumber : Biro KLN/Bilateral/ETT



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)